RAHASIA TITIK BA’ (nuqoth) YANG SELALU BERSAMA DENGAN ALIF ILAHIYAH

Pelajaran HIDUP yang  telah KITA uraikan tentang peranan titik yang tersangat besar artinya kepada huruf dan ayat di dalam Al furqan, namun titik bukanlah huruf akan tetapi ia adalah asal usul kepada huruf ALIF , hujah yang menyatakan demikian sangat ilmiyah (susah) untuk di perbincangkan karena ia akan membawa kepada kritikan  akal / penolakan dan khilafiyah sudut pandang untuk memikirkannya, ini bermakna kita akan mencari suatu rahsia yang sukar untuk di terjemahkan & di gambarkan cuma kita perlu memikirkannya secara bersama UNTUK mengenal DIRI dan PENYAKSIAN diri dengan DIRINYA ,,,

di sadakan oleh rosululloh SAW 

عَرفت ربي بربي فلولا ربي فقد لم يعرف اي بطلت معرفت له لاجل اخراج عبدية الربوبية

aku (muhammad) melihat alloh dengan alloh jika melihatku tidak dengan alloh maka aku tidak akan tahu 

(batallah penglihatanku)  karena telah keluar dari penyembahan secara ketuhanan …

Di dalam Al -mushaf  banyak ayat yang memerintahkan kita supaya berfikir seperti memikirkan (tafakkur) tentang makna yang tersirat dari ayat”  Al Insan kenapa itu kita lalaikan dan terhanyut oleh perasaan pengakuan diri dan teerhijab oleh ilmu yang  kita pelajari (penetapan diri tentang selain diri /ghuyur) manusia di bekali AQAl  untuk bertafakkur / berfikir selagi mereka boleh berfikir dan jangan tutup pintu akal untuk berfikir itulah wujud syukur pemberian bekal akal tentang dibalik makna yang tersurat ada makna yang tersirat dan hikmah dari makna yg tersirat adalah wujud ROHIM-NYA Al-Haq (syafa’at rosul) disaat ini bukan nanti setelah mati,

ومن كان في هذه الأعمي فهو في اخرة اعمي

 barang siapa tidak mengerti (buta) akan alloh di dunia maka di akhiratpun dia akan buta (tidak melihat alloh)

ومن لم يعرف بالله في الدنيا فهو في الا خرة أعمي فكيف يرىك الله في الاخرة 

hadis penjelasannya : barang siapa tidak melihat alloh di dunia diakhiratpun tidak akan melihat alloh

bagaimana kamu sekalian akan melihat alloh di akhirat jika dinduniapun engkau tidak melihatNYA

diperjelas lagi oleh sayyidina ali karromallohu wajhah

اول الدين معرفة الله وكمال الدين نفي صفة الكمالية العبد واثبات صفة الكمالية الله لله وبالله لا بغير الله

awalnya seseorang dikatakan mempunyai agama yaitu mengerti alloh

dan sempurnanya agama yaitu meniadakan (fana’) kesempurnaannya hamba

dan menetapkan (baqo’) kesempurnaanNYA AL-ILAH ,bagi ALLOH dengan ALLOH tidak untuk selain ALLOH 

jika kita katakan sesuatu ayat yang terdapat di dalam Al Quran itu tidak perlu di fikirkan sedangkan ia ada di ceritakan oleh Allah di dalam Al Quran maka sia-sialah Allah menurunkan ayat Al Quran tersebut, zaman sekarang ramai manusia penuh dengan ke egoaannya diri dan tidak mempelajari syarat sahnya mengkaji al-mushaf  dan suka menelan mentah-mentah  satu ayat penuh … padahal jika di kaji dalam satu ayat itu ada beberapa kalimah ,, itulah kenapa rosululloh SAW mengajarkan ilmu kalam tentang tata bahas lughot dan isthilah … agar kita sebagai ummat lebih giat mengaji dari mulai kita lahir sampai liang kita masuk ke liang lahat agar terjaga dari riya’ khofi karena merasa telah cukup faham dengan sebuah ilmu  …. 

HURUF BERTITIK

Lazimnya huruf yang di sertai titik satu ,dua dan tiga adalah seperti di bawah ini:

1. Huruf Ba ( ب ) di dalam Al Quran sebanyak 11,420
2. Huruf Ta ( ت ) di dalam Al Quran sebanyak 1,404
3. Huruf Tha ( ث ) di dalam Al Quran sebanyak 10,480 huruf
4. Huruf Jim ( ج ) di dalam Al Quran sebanyak 3,322 huruf
5. Huruf Kho ( خ ) di dalam Al Quran sebanyak 2,503 huruf
6. Huruf Zai ( ذ ) di dalam Al Quran sebanyak 4,934 huruf
7. Huruf Zal ( ز ) di dalam Al Quran sebanyak 1,680 huruf
8. Huruf Shin ( ش ) di dalam Al Quran sebanyak 2,115 huruf
9. Huruf Dhodh ( ض ) di dalam Al Quran sebanyak 1,882 huruf
9. Huruf Dzo ( ظ ) di dalam Al Quran sebanyak 842 huruf
10. Huruf ghain ( غ ) di dalam Al Quran sebanyak 1,229 huruf
11. Huruf Fa ( ف ) di dalam Al Quran sebanyak 9,813 huruf
12. Huruf Qof ( ق ) di dalam Al Quran sebanyak 8,099 huruf
13. Huruf Nun ( ن ) di dalam Al Quran sebanyak 17,000 huruf
14. Huruf Ya ( ي ) di dalam Al Quran sebanyak 25,717 huruf

Dengan jumlah huruf yang menggunakan titik ialah 102,440 huruf daripada jumlah 320,779 huruf kesemuanya, ini berarti huruf yang mempunyai titik menjadi nyawa kepada al-mushaf itu sendiri di ibarat jasad adalah huruf tanpa titik (ruh) jasad / huruf niscaya tidak akan hidup & berdaya guna , artinya hampir setiap perkataan mempunyai huruf yang bertitik, karena itu kita perlu selami apakah peranan titik pada asal usulnya yang pada awalnya tiada, yaitu zaman O  (LAA TA’YUN / belum ada apa” selain alloh) , zaman ini hanya dzat yang Maha Agung saja yang ada , yaitu zaman dimana Dia bersifat NAFSIAH & Salbiyah belaka 

Firman Allah:

هل اتيك على الأنسان حين من الدهر لم يكن شيأ مذكورا

Maksudnya: Bukankah telah berlaku kepadamu semua wahai manusia di suatu zaman dari masa yang beredar sedang ia (masih belum lagi ujud) suatu zaman yang tidak dapat di sebut-sebut (Al Insan ayat1)

Ayat yang di atas menunjukkan telah berlalu di suatu zaman yang kita tidak tahu bila, zaman itu manusia dzahir dan batin masih belum lagi ujud dan tidak tahu abad bila ataupun tiada abad, yang Wujud ketika itu hanya dzatnya saja, demikian pandangan Al Ulama’ Sufi, (ulama faquha tiada membuat kajian kerana di fikirkan buang masa) namun Syed Qutub ada membuat pandangan bahwa zaman tersebut Ruhani belum lagi di jadikan oleh Al-Ilah ataupun Nur Muhammad belum lagi Wujud, atau zaman tersebut adalah zaman yang di sebut sebagai La Ta’ayun (zaman yang tiadak ada kenyataan) artinya pada zaman tersebut kita tidak dapat membuat apa-apa kenyataan

Firman Allah di dalam hadis qudsi:

كنت كنزا مخفيا فأحببت أن اعرف فخلقت الخلق لكل أعرف

Maksudnya: Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin di kenali, lalu Aku ciptakan makhluk agar mereka mengenaliKu

(TAJALLI awal) 

Zaman ini di kenali sebagai zaman Ta’ayun awal (kenyataan yang pertama) yang mana zaman ini adalah zaman awal makhluk hendak di jadikan oleh Allah supaya makhluk yang di jadikanNya itu mengenaliNya, zaman ini sudah boleh di fikirkan awal ilmu yang boleh kita buat kenyataan, yaitu zaman keagungan sifat Al-haq, dan zaman ini juga baru kita mengetahui bahwa alloh  itu rupanya berbeda dengan makhluk yang mana Dia bersifat Salbiyah iaitu zaman

بى كان ما كان (Bi kana ma kana)

Maksudnya: BersamaKU ada apa yang telah ada, apa yang telah ada ? Nur ‘Ala Nur الصمد (Nurullah) kemudian di ikuti dengan

بى كانو ما يكانو (Bi kanu ma yakunu)

Maksudnya: BersamaKU akan ada apa saja yang akan ada, Apakah yang akan ada ?

Apakah yang akan ada ? نور محمد Awal kejadian atau Hakikatul Muhammadiyah

yang berasal dari anasir wujud, ilmu, Nur dan Shuhud,

yakni asal wujud daripada Zat, asal ilmu daripada sifat, asal Nur daripada Asmal dan asal shuhud

daripada Af’al yaitu daripada ALLAH zaman ini adalah zaman dua titik (Taayun Sani)

Kemudian:

Barulah di lengkapkan Allah dengan kenyataan yang ketiga selepas La Taayun yaitu zaman tiga titik ( Taayun Salatsa) yaitu zaman

فوجود ال عوالم بى (Fa wujudul ‘awalimi bi)

Maksudnya: Adanya sekalian alam ini adalah denganKU

Semuanya hal keilmuan ini wajib di gurukan, tambahan lagi ilmu yang berkait dengan rahsia titik Ba dengan AKU kemudian apa dzikirnya ? bagaimana bisa dzikir (ingat) kalau kita tidak pernah berjumpa dalam  kenyataanNYA ,,, na’udzu billah mindzalik ….

BROKALLOH FIIKUM YA ROBBAL ‘ALAMIIN ,,,,  MOHON MAAF JIKA ADA KEKUKARANGAN DALAM KAJIAN MASIH BUTUH MASUKAN DARI SUDARA”KU FILLAH ,,,,

 

BY : ALKIS ANNABILA ………….. 

2 gagasan untuk “RAHASIA TITIK BA’ (nuqoth) YANG SELALU BERSAMA DENGAN ALIF ILAHIYAH

  1. 1. ingatlah mereka mentauhidkan Allah dalam rububiyyah, uluhiyyah, asma’ dan shifat-Nya. Karena dakwah tauhid adalah dakwahnya para Rasul alaihimush shalaatu wasalaam.

    Firman Allah ‘azza wa jalla:
    وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

    Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut”(QS.An-Nahl:36)

    Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
    “Bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menulis surat kepada raja Kisra, raja Qaisar, dan raja Najasyi, (serta) kepada seluruh penguasa-penguasa, Beliau (shalallahu ‘alaihi wa sallam) menyeru mereka kepada Tauhid. (HR. Bukhari no.425, Muslim no.531)

    2. Jelaskanlah Pedoman (Petunjuk) Hidup manusia adalah Al-Qur’an & as-Sunnah

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

    “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS.An-Nisaa`: 59)⁠⁠

    مَنْ يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا ذَٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ

    Barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya nerakan jahannamlah baginya, kekal mereka di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar. [At-Taubah:63]

    Allah Ta’ala berfirman :

    فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    “Artinya : Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya (Rasul) takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih”. [An-Nuur : 63]⁠⁠

    فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى
    يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    “Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisaa’: 65)

    فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

    Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (as-Sunnah) shalallahu alaihi wasallam. Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap
    bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.
    [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (I/392-393), Abu Dawud (no.1097, 2118), an-Nasa-i (III/104-105), at Tirmidzi (no.1105), Ibnu Majah (no.1892), al-Hakim (II/182-183), ath-Thayalisi (no.366), Abu Ya'la (no.5211), ad-Darimi (II/142) dan al-Baihaqi (III/214, VII/146), dari Shahabat Abdullah bin Mas'ud rhadiyallahu anhu. Hadits ini shahih.]

  2. 3. Ingatkanlah mereka akan hakikat hidupnya.

    Firman Allah ‘azza wa jalla:
    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembahha-Ku(saja) (QS. Adz-Dzariat:56)

    Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:
    كُلُّ مَا وَرَدَ فِيْ الْقُرْآنِ مِنَ الْعِبَادَةِ فَمَعْنَاهَا
    التَّوْحِيْدُ

    “Setiap (kata) Ibadah yang ada di dalam Al-Qur’an maknanya adalah Tauhid” [Tafsir al-Baghawi I/71]

    Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

    { وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ }

    Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat” (QS Al-Bayyinah : 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s