██████████►╬- FITRAH KEMANUSIAN PADA SEMESTA╬◄██████████

========================================================

“Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging, urat, tulang, sungsum, bisa rusak dan bagaimana cara Anda memperbaikinya? Biarpun bersembahyang seribu kali setiap harinya akhirnya mati juga. Meskipun badan Anda, Anda tutupi akhirnya menjadi debu juga. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan, Apakah para Wali dapat membawa pulang dagingnya, saya rasa tidak dapat. Alam semesta ini baru. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru, dalilnya yang artinya tidak membuat sesuatu wujud lagi tentang terjadinya alam semesta sesudah dia membuat dunia.” . Dari pernyataan tersebut, nampak Al-faqir memandang alam semesta sebagai makrokosmos sama dengan mikrokosmos (manusia). Sekurang”nya kedua hal itu merupakan barang baru ciptaan Tuhan yang sama-sama akan mengalami kerusakan, tidak kekal dan tidak abadi. Pada sisi yang lain, pernyataan Al-faqir tersebut juga memiliki muatan makna pernyataan sufistik yg di nuqil dari hadis qudsi “Barangsiapa mengnal dirinya, maka ia pasti mengenal Tuhannya.” Sebab bagi AL-faqir manusia yang utuh dalam jiwa raganya merupakan wadag bagi penyandang, termasuk wahana penyandang alam semesta. Itulah sebabnya pengelolaan alam semesta menjadi tanggung jawab manusia. Maka, mikrokosmos manusia tidak lain adalah blueprint dan gambaran adanya jagat besar termasuk semesta. Bagi Al-faqir, manusia terdiri dari jiwa dan raga yang intinya ialah jiwa sebagai penjelmaan dzat Tuhan (sang Pribadi). Sedangkan raga adalah bentuk luar dari jiwa yang dilengkapi pancaindera, berbagai organ tubuh seperti daging, otot, darah dan tulang. Semua aspek keragaan atau ketubuhan adalah barang pinjaman yang suatu saat setelah manusia terlepas dari pengalaman kematian di dunia ini, akan kembali berubah menjadi tanah. Sedangkan rohnya yang menjadi tajalli Ilahi, manunggal ke dalam keabadian dengan Allah. Manusia tidak lain adalah ke-Esa-an dalam af’al Allah. Tentu ke-Esa-an bukan sekedar af’al, sebab af’al digerakkan oleh dzat. Sehingga af’al yang menyatu menunjukkan adanya ke-Esa-an dzat, ke mana af’al itu dipancarkan.

 

……(░(¯`:´¯)░)..(░(AlkisAnnabila░)……(░(¯ `•.\|/.•´¯)░)….(░(¯ `•.(█).•´¯)░░(¯`:´¯)░)……(░(_.•´/|\`•._)(¯ `•.\|/.•´¯)░)………(░(_.:._).░(¯ `•.(█).•´¯)░)…(░(¯ `•.\|/.•´¯)░░(¯ `•.\|/.•´¯)░)…(░(¯ `•.(█).•´¯)░(¯ `•.(█).•´¯)░)….(░(_.•´/|\`•._)░░(_.•´/|\`•._)░)…….(░(_.:._)░)…(░░(_.:._)░).(░(Isyq _Al-bawuqi░)……(░(¯`:´¯)░)……(░(¯ `•.\|/.•´¯)░)….(░(¯ `•.(█).•´¯)░░(¯`:´¯)░)……(░(_.•´/|\`•._)(¯ `•.\|/.•´¯)░)………(░(_.:._).░(¯ `•.(█).•´¯)░)…(░(¯ `•.\|/.•´¯)░░(¯ `•.\|/.•´¯)░)…(░(¯ `•.(█).•´¯)░(¯ `•.(█).•´¯)░)….(░(_.•´/|\`•._)░░(_.•´/|\`•._)░)…….(░(_.:._)░)…(░░(_.:._)░).(░(AlkisAnnabilaIsyq Albawuqi░).(░(ΗαδιΓ)░).(░(ΗαδιΓ)░).(░(ΗαδιΓ)░).(░(mετ pagi, siang,malam)░) ..selalu bersama dalam hari-hari anda..

╔═╦═╦╗╔═╦══╗╔═╦═╦══╦╦╗╔╦╦═╦══╦╗ ║╚╣║║║║║║║║║║╚╣║╠╗╔╣║║║║║║╠╗╔╣║ ╠╗║╦║╚╣╦║║║║╠╗║╦║║║║║║║╦║╦║║║║║ ╚═╩╩╩═╩╩╩╩╩╝╚═╩╩╝╚╝╚═╝╚╩╩╩╝╚╝╚╝

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s