◄▬▬▬๑๑۩♣LILLAH DALAM ★DIRI ★ SEBENAR★NYA ★DIRI♣۩๑๑▬▬▬►

Diri ini di kenali sebagai Insan atau Ruhul Hayat.

Istilahnya sangat banyak yg berpedoman pada  al furqan dan alhadist perlu di utamakan karena banyak  keraguan orang UMUM untuk menerima ilmu TAUHID  ini, bagi saya TAUHID lebih mirip kepada 3 istilah diri sebenar DIRI yaitu Insan (adam), Nur Muhammad  & Ruhul khayat  (dzat wajibul wujud) sekalipun semua saya utarakan 3 nama akan tetapi semuanya tetap lah satu kesatuan ….

Akhad (satu) Shomad (rangkap) … yang MA’IYAH & IKHAATHOH  selamanya

Tak terpisah tak bertemu ,,, tidak di luar diri / di dalam diri …

 

Insan ini di sebut oleh Allah di dalam al quran “Sesungguhnya Kami telah jadikan Insan itu sebaik-baik kejadian”(At-Tin 4).

 

Mungkin Insan yg di fahami oleh orang awam berbeda dengan pandangan orang khowas, orang awam memahami Insan itu sebagai manusia pada maksud keseluruhannya dan terpisah kerena HAQIQAT-NYA AQAL  itu sebagai kaca pembeda dari AL-HAQ agar tetap BERTAJALLI akan tetapi menurut pemahaman al-faqir  pemahaman orang khowas  Insan itu adalah Diri-NYA AL-HAQ  tersirat dari  Al-dzoohir & Al-batin serta Al-awwal dan Al-ahir dan meliputi selamanya PADA SEMESTA ini beserta Isinya tanpa terkecuali inilah haqiqat  seluruhnya pengistilah DIRI ….

Diri ini di kira sangat seni dan tidak menanggung dosa kerana diri ini tidak di sertai sesuatu yg mencemarkan martabat-NYA dari yg sempurna dan diri inilah yg di maksudkan “Barang siapa mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya”

Kenapa diri ini menanggung dosa .. ingatlah saudaraku fillah …..

Pengakuan baik lahir maupun batin tentang keadaan wujud diri ini adalah dosa yang  Amat tidak di ampuni karena menyerupai keadaan wujud alloh al-haq

Masihkah kita akan merasa punya AMAL , INGATAN , KEAGUNGAN SERTA MEMIMPIKAN mendapatkan SURGA & NERAKA TANPA HISAB ,,,, sungguh

Kita semakin jauh melangkah dari ajaran rosululloh SAW yang selalu mengedepankan LILLAH (hanya semata bagimu alloh) hidup matiku serta

Semua keagungan …. انا لله وانا اليه راجعون

لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم … kita kembalikan segala amal lahir batin kita

Kepada Al-haq  agar kiranya tercapai buah IKHLAS … karena DIRI ini tidak akan bisa di duakan …. karena hanya dengan meninggalkan diri ini maka akan sampai pada DIRI-NYA … اترك نفسك تصل الي

Tinggalkan dirimu maka kau akan sampai padaKU

 

Diri ini juga bertaraf Sirullah atau rahasia (wujud) Allah karena kesempurnaannya di kaitkan untuk tangga mengenal Allah yg menjadikan seluruh alam semesta dan keadaannya tidak menyerupai  apa juga pun.

 

Mungkin ada di antara kita yg keliru tentang Insan yg tidak menyerupai apa juga pun seolah-olah sama dengan keadan alloh  itulah takhqiq (pembenaran) tentang keadaan AQAL itu tidak pernah sama dan serupa dengan lainya ini yang menjadi landasan perbedaan itu dalil sifat jaiznya alloh  LAISA KAMISLIHI SYAI’UN namun di sini al-faqir menerangkan supaya tidak tersesat dengan mengemukakan hujah al quran yg di petik dari surah An Nahl ayat 17 “Kalau sudah begitu adakah Allah yg menciptakan (Dzat yang menjadikan) semua itu sama seperti makhluk (Dzat yang tidak menjadikan) yg tidak menciptakan sesuatu? Maka patutkah kamu lalai kerana tidak mau memikirkannya  (tafakkur )?“ kita selalu merasa beramal dan ada padahal adanya kita itu bisababil diadakan alloh kita merasa beramal namun amal kita adalah menempati amalnya alloh … na’udzubillah ‘ala dzaalika …

 

Keterangan di atas menerangkan bahwa di antara Dzat Allah dan dzat manusia adalah tidak sama kerana Dzat Allah ada sifat keagunganNya (sifat Salbiyah) yg tidak ada permulaan dan akhirnya sementara dzat Manusia ada awal kejadiannya (tajalli) , ini berarti  makhluk yg bertaraf dzat yg di jadikan oleh Allah dan manusia perlu melihat ke dalam diri mereka sendiri, kerana itu Allah suruh manusia berfikir “Dan di dalam diri kamu itu tidakkah kamu perhatikan ?” dan keadaan mahluk semuanya adalah ADAM MAHDUN (murni tdak ada ) dan menempati sifat ma’aninya alloh itupun hanyalah sementara dan tiada kekal …  ما سوا الله فهو مخلوق

Sesuatu yang selain  alloh (syai’un:semuanya yang wujud dari dunia dan akhirat semuanya) itu masih mahluk dan tidak kekal keadaannya masihkah kita mengharapkan kekekalan dalam desa bernama akhirat saudaraku …. dan tertipu akan indahnya SURGA dan takut akan API neraka ,,, apakah kita akan tha’at jika kita di beri hadiah & di ancam panasnya api …. sungguh terlalu …

INGATLAH  kita dibekali pemahaman ilmu dan hati untuk merasakan

Kebenaran dan petunjuk alloh (MAHDI) dengan panggilanNYA melalui

Jiwa-mu (ruh) masihkah dirimu ada jika keadaanmu hak-NYA alloh …

 

Sesungguhnya dalam diri Insan ini di bekali anasir dari 4 yang di sebut ( HABLU AL-KHAYAT : tali kehidupan) yaitu NAFAS, NUFUS, ANFUS dan  TANAFFAS yang menjadi tali kenyataan & keadaan hidup mengerti  serta mengenal dzat  wajibul wujud (Allah) lupakah kita / lalaikah kita  ?? padahal rosululloh bersabda dalam hadist qudsi  AL-INSAANU SIRRI WA ANA SIRRUHU 

Insan (mahluk/alam semesta) adalah wujud keadaanku (rahasia) dan AKU (al-haq) adalah wujud keadaan INSAN seluruhnya tanpa terkecuali ,,,  

dan DIRI inilah yang di sebut oleh Allah di dalam Al furqan  “Dan Dia beserta kamu di mana saja kamu berad”( Al-Hadid 4) dan banyak lagi ayat yang menyatakan bahawa Dia ada beserta manusia dan juga hampir di antaranya ayat Al Baqarah 186, Surah Qaaf 16. Dalam hal ini di tegaskan oleh rosululloh

muhammad SAW dalam AL-furqon

كل من عليها فان ويبقا وجه ربك ذوالجلال والاكرام اي ولم يكن معه شيء

Yang artinya: segala sesuatu yang ada di alam semesta (dunia dan akhirat) itu tiada (fana’) dan yang kekal hanyalah dzat tuhanmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan . jelasnya ADA & kesatuan alloh itu sendiri dan tidak ada sesuatu menyertaiNYA … disinilah haqiqat keadaan DIRI yang maha satu (Tauhid)  jika ada wujud lain / dua / lebih maka itulah haqiqat syirik … ketidak sadaran kita dalam mengakui keadaan diri adalah menyerupai keadaan AL-haq itu adalah syirik khofi ,,, (persekutuan yang samar) yg hanya kita sendiri yang tahu …. inilah haqiqat LILLAH yang di ajarkan oleh junjungan kita rosululloh SAW … marilah kita hisab diri & diri kita agar selalu dalam DIRI-NYA …

 

MENGAPA DIA DI SEBUT SEBAGAI DIRI SEBENAR DIRI ?

 

Diri ini di sebut oleh jumhur Ulama semasa mereka berada di alam Roh adalah sebagai diri yg menjadi wakil kepada sekalian Roh-roh (roh,nafsu dan akal) bagi menjawab pertanyaan Allah sebagaimana yg terdapat di dalam al furqan pada surah Al A’araf ayat 172

“Bukankah Aku ini Tuhan kamu ? Mereka semua menjawab “Benar Engkau adalah Tuhan kami dan kami menjadi saksi” yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak, sesungguhnya Kami adalah lalai (tentang hakikat Tauhid ini)”

 

Ayat di atas menunjukkan janji diri sebenar diri itu kepada Tuhan yg mereka mau berTuhankan kepda penciptanya yaitu Allah dengan berkata kami menyaksikan, artinya ruh bersaksi bahwa tiada tuhan yang wajib di sembah

Dan tiada sesuatu yang wujud melainkan Allah semata ( لااله الا الله) kalimah nafi (tidak ada) dan istbat (ada) dan kekal  dimana kalimah tersebut sebagai pengakuan diri sebenar DIRI itu mau menjadi hamba yg berTAUHID karena mau  mengamalkan semua cara hidup berazaskan Lillaahi Ta’ala.

 

Menurut sudut pandangan dari ahlillah “ ada juga yg mengatakan bahwa yg mewakili sekalian roh tersebut adalah Nur Muhammad dan ada juga yg mengatakan Hakikatul Muhammadiyyah, semuanya itu adalah sama & satu  DIAlah sebagai diri sebenar diri atau Insan atau Ruhul Hayat

NB: al-faqir …. jangan kau pandang embun ,buih,dan riaknya (mahluk) karena itu adalah bayangan semu (fana’ / ADAMUN MAHDUN)  jangan kau terjebak pada ombak (rosul,akhirat : WUJUUDUL MUMKINAAT / haqiqat RUHUL HaYat)

Karena ombak itu keadaan kedua (TA’YUN) kenyataan WUJUD dari wujudnya AIR ,,,, maka BERPEGANGLAH pada AIR yang telah menjadikan OMBAK & BUIH serta RIAK nya agar TIADA sesat … dalam UBUDIYAH AL RUBUBIYAHMU ….

Barokalloh fiikum LILLAH …

 

BY: AL-KIS ANNABILA ISYQ … al-faqir al-dlo’if

3 thoughts on “◄▬▬▬๑๑۩♣LILLAH DALAM ★DIRI ★ SEBENAR★NYA ★DIRI♣۩๑๑▬▬▬►

  1. وهو الذى يتوفىكم باليل ويعلم ما جرحتم بالنهار ثم يبعشكم فيه ليقض أجل مسمى
    شم أليه مرجعكم شم ينبئكم بما كنتم تعملون

    Maksudnya: Dan Dialah yang menidurkan kamu pada waktu malam, dan mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia bangunkan kamu (dari tidur) untuk di sempurnakan ajal yang telah di tetapkan, kemudian kepadaNyalah tempat kamu kembali, kemudian Dia menyatakan kepada kamu apa yang telah kamu lakukan
    Ayat yang di atas menunjukkan bahawa kamu itu adalah kamu diri TERPERI iaitu apabila kita di tidurkan oleh Allah maka roh, akal dan nafsu keluar dari jasad, yang tinggal hanyalah jasad dan juga nyawa, andainya nyawapun keluar maka ia di namakan mati
    Allah berfirman lagi dalam surah Az Zumar ayat 42

    الله يتوفى الأنفس حين موتها والتى لم تمت فى منا مها فيمسك التى قضى عليها الموت
    وير سل الأخرى ألى أجل مسمى أن فى ذلك لأيىت لقوم يتفكرون

    Maksudnya:
    Allahlah yang menguasai segala-galanya, Dia mengambil dan memisahkan satu-satunya jiwa dari badan, jiwa yang orang sampai ajalnya, dan jiwa orang yang tidak mati dalam masa tidurnya, kemudian Dia menahan jiwa orang yang Dia tetapkan matinya dan melepaskan kembali jiwa yang lain kebadannya, sehingga sampai ajal yang di tentukan sesungguhnya yang demikian itu tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir

  2. Ayat yang di atas menerangkan semua perkara diri di tahan oleh Allah atas fitrah kehendakNya sama ada Dia tahan atau Dia lepaskan jiwa-jiwa atau di hukum mati dalam tidur atau menahan jiwa yang terhukum mati dan melepaskan kembali jiwa ke badan sehingga sampai ajal, ertinya semasa orang tidur Allah tahan Ruhul Yaqazah, sementara Ruhul Hayat tetap dengan jasad, apabila Ruhul Yaqazah di lepaskan kembali ke badan maka terjagalah manusia itu, ini juga bermaksud bahawa Ruhul Yaqazah (diri TERPERI) itu bermaksud Roh yang menjagakan manusia, ertinya apabila roh,akal dan juga nafsu keluar maka manusia tidur dan apabila di lepaskan balik pada jasad maka manusia terjaga

    Untuk memahamkan lagi konsep diri TERPERI ini maka di sini di terangkan dengan tafsiran ijtihad ulama mengatakan bahawa

    بان فى كل جسد روحين احدا هما روح اليقظة التى اجرى الله العادة بانها اذا كانت فى الجسد كان الأنسان مستيقظا
    فأذا خرجت منه نام ورأت تلك الروح المنا مات، والأخرى روح الحياة التى اجرى الله العادة بانهااذا كانت فى الجسد
    كان حيا فأذا فارقته مات وهاتان الروحان فى باطن الأنسان لايعرف مقرهما الا من اطلعه الله على ذلك

    Bi anna fi kulli jasadi ruhaini ihuda huma ruhul yaqazatillati ajrallahul ‘adata bi an naha iza kanat fil jasadi kanal insanu mustaiqizon fa iza kho rajat minhu nama wa roo at til kal ruhul mana mati, wal ukhro ruhul haayatallati aj rollahul ‘adaata bi annaha iza kaanat fil jasadi kana hayyan fa iza faroqot hu mata wa ha tanir ruhaani fi batinil insaani la yu’rofu maqor ruhuma illa man at lamahullahu ala zalik

    Maksudnya: Bahawa setiap jasad itu ada dua jenis roh, salah satu dari keduanya ialah Ruhul Yaqazah, yang di alirkan oleh Allah adat. jika ia berada pada jasad, jadilah manusia itu jaga (sedar) Maka apabila ia keluar daripada jasad, maka tidurlah manusia dan melihatlah roh (diri TERPERI) itu akan mimpi-mimpi, sementara ruhul hayat yang di alirkan olehNya adat jika ia berada dalam satu jasad maka jadilah jasad hidup, apabila ia berpisah dari badan maka matilah manusia, dan kedua jenis roh ini berada dalam jasad manusia yang tidak di ketahui tempat ketetapannya melainkan orang yang di perlihatkan oleh Allah kepadanya atas yang demikian itu

    Lebih jelas lagi ilmu diri TERPERI ini jika kita boleh faham ilmu IFTIQAR pada bab sifat qahar iaitu sifat qudrat,Iradat,Imu dan sifat hayat, yang mana sifat ini lazim melazimi dengan sifat Maanawiyah (Qadirun, Maridun, Alimun dan juga Hayyun) dan satu sifat Salbiyah (Sifat Kamal) yang menguasai sifat qahar yang menyebabkan semua kuasa ini di tangani oleh Ke Esaan Allah semata-mata yang menghasilkan maksud ayat At Takwir ayat 29, Ash Shafat 96, Al An’am 61, Al Baroah 51 dan banyak ayat lagi

    Ilmu diri TERPERI inilah yang menyebabkan manusia menanggung ‘azab dan sangsara kerana di sana ujudnya roh, akal dan juga nafsu yang menyebabkan manusia hanyut dalam ilmu akidah dan perhubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, sebaiknya berjumpalah guru yang arif tentang ilmu ini

    Dengan memahami ilmu diri TERPERI ini juga maka kenallah kita akan maksud Ammar Rabbi yang tertakluk di bawah takdir Tuhan atau ilmu yang di namakan qadha dan qadar, ilmu ini sangat luas, ia perlu di pelajari dengan berpandukan al quran dan hadis nabi s.a.w dan ilmu inilah yang di kuasai oleh Saidina Ali r.a yang di muatkan oleh Yusuf Al Qardawi di dalam kitab khutbahnya

    Awas kepada yang mempelajari ilmu diri TERPERI ini juga harus di peringatkan supaya jangan mengamalkan fahaman Jabariah, yang sebaiknya kita perlu merujuk ayat-ayat jabariah sehingga ia di bawa kepada fahaman ahli Sunnah Wal Jama’ah kerana tugas kita sebagai khalifah di bumi ini tertunai dengan sebaiknya

  3. Adam adalah seorang manusia yang di cipta oleh Allah s.w.t, yang dimaksudkan manusia itu ialah apabila Rohani itu sudah memiliki jasad (manus adalah jasmani sementara ia ialah Rohani) jika ada jasmani tanpa Rohani maka ia bukan manusia, demikian juga jika Rohani tanpa jasmani maka ia bukan manusia, maka yang di maksudkan manusia itu adalah zuriat daripada Adam sebagaimana firman Allah menyatakan:

    ولقد كرمنا بنى ادم وحملنا هم فل البرى والبحر ورزقنا هم من الطيبات وفضلنا هم على كثير ممن خلقنا تفضيلا

    Maksudnya: Dan sesungguhnya Kami telah muliakan Bani Adam, dan Kami angkat mereka di darat dan juga di laut dan Kami beri rezeki yang baik, dan sesungguhnya Kami lebihkan mereka dari kebanyakan (makhluk) yang telah Kami jadikan sebenar-benar kelebihan ( Al Israk 70)

    Di atas pemberian Allah kepada bani Adam gelaran sebagai makhluk yang di muliakan maka manusia menjadi makhluk yang terpuji dan mulia, dan makhluk terpuji itu adalah bernama Muhammad, kerana Muhammad itu bermaksud terpuji, dan yang terpuji itu adalah yang sebaik-baik kejadian seperti mana firman Allah menyatakan:

    لقد خلقنا الأنسان فى احسن تقويم

    Maksudnya: Sesungguhnya Kami jadikan Insan itu sebaik-baik kejadian ( At Tin 4 )

    Ayat yang di atas menerangkan bahawa insan itu adalah sebaik-baik kejadian, sementara Allah pula beserta dengan Insan tersebut sebagaimana firman Allah menyatakan:

    وهو معكم اينما كنتم

    Maksudnya: Dan Allah beserta kamu di mana juga kamu berada ( Al Hadid 4 )

    Ayat yang di atas menunjukkan bahawa Allah tetap bersama manusia di mana juga manusia itu berada, ertinya manusia dan Allah tidak bercerai, ertinya Adam dan Allah tidak mungkin bercerai, jika demikian mengapa Azazil dapat menyesatkan Adam dan isterinya Siti Hawa ? Di sinilah timbul persoalan dan keraguan yang akhirnya melahirkan ilmu yang lebih khusus tentang istilah di antara Muhammad dan Allah itu, logiknya syaitan tidak boleh menggelincirkan Adam jika Allah beserta manusia (Adam)

    Di sebabkan manusia itu ada kelebihan maka kelebihan tersebut pula di katakan melahirkan suatu ilmu yang lebih khusus kerana masalah Adam dapat di sesatkan oleh syaitan walaupun Adam beserta Allah, jadi apakah ilmu yang lebih khusus itu suatu yang dapat di capai oleh manusia, kerana itu untuk menyelesaikannya
    KARENA DALAM HAQIQATNYA ADAM,ALLAH DAN MUHAMMAD TIDAK BERCERAI KARENA SATU DAN ESA ……………………………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s