MASADEPAN SALIK FII AL-THORIQ

Apa yang anda fikirkan jika saya tanya atau saya minta anda menjawab apa yang di maksud dengan makna dari ungkapan “masa depan kita”. Tentu selama ini banyak orang-orang berfikir tentang devinisi masa depan yang mereka maksud adalah seperti tergambar dalam ungkapan ini : “mari kita fikirkan masa depan kita, yakni dengan kata lain kita harus memikirkan bagaimana dan apa yang sudah kita lakukan demi masa tua kita kelak atau masa setelah kita lewati masa muda kita”. Saya banyak merenung kenapa makna dari masa depan hanya sampai di situ padahal ada yang lebih harus kita fikirkan lebih dari sekedar masa tua atau masa-masa pensiun kita (bagi pekerja formal). Karena sebenarnya masa depan yang hakiki bagi seluruh mahluk terutama jin dan manusia adalah ketika berada di hari kiamat, itulah sebenarnya masa depan yang hakiki. Ironisnya seringkali demi masa depan yang mereka maksud tersebut banyak manusia tertipu karenyanya, seperti menghalalkan segala macam cara demi meraih pensiun dini tersebut atau demi kesejahteraan masa tuanya kelak bersama keluarganya. Mreka taksepenuhnya menyadari bahwa seseungguhnya manusia itu bukan hanya terdiri dari unsur jisim (badan) semata akan tetapi juga terdapat pula ruh yang perlu di beri suplemen atau nutrisi untuk menjaga keseimbangan manusia itu sendiri demi menyongsong masa depan hakiki di akhirat kelak. Camkan ! Tubuh kita ini hanya sebuah cassing di dunia dan ketika kita meninggal kemudian berpindah dari alam dunia ke alam barzah (kubur) cassing ini sudah tidak berlaku lagi tetapi ruh masih tetap utuh mengikuti kemana alam itu berpindah dan ruh membutuhkan keseimbangan yang akan mempengaruhi kehidupan kita di alam tersebut, jadi mengapa kita masih terus mengolah fikir kemudian berlomba untuk sebuah kepuasan jasmani atau badani yang pada ahirnya semua akan di tinggalkan ? mengapa masih ada yang merelakan dirinya melakukan tindakan yang amat menjijikkan seperti korupsi, menghasut, menjungkirbalikkan lawan kawan atau berlagak menjadi sosok pahlawan hanya demi sebuah kekuasan yang pada ahirnya berujung pada sebuah kepuasan jasmani yang hanya bersifat sementara saja, sementara di sisi lain dia rela harus mengorbankan kesehatan ruhnya. Mengapa kita musti rela menjerumuskan diri kita sebagai manusia mahluq yang paling mulia menjadi sosok yang hina demi sebuah kebahagiaan masa depan yang semu ? bahkan yang paling memprihatinkan tanpa di sadari dengan perbuatan terkutuk tersebut secara tidak langsung kita telah mengajak anak, cucu dan istri tercinta untuk menjadi teman di neraka kelak, tegakah kita melakukan semua itu pada anak-anak kita yang masih bersih, istri yang di kasihi, lihatlah mereka ketika tidur, pandangi mereka ketika tengah terlelap di samping kita, kepasrahan mereka berdua akan diri kita sebagai nakhoda atau imam dalam rumahtangga kita ? keserakahan dan nafsu bejad kita akan membuat mereka menderita di dunia dan di ahirat, tegakah kita biarkan mereka menanggung malu menerima kenyataan orang tua atau suami mereka masuk penjara ? dan di ahirat kita ajak pula mereka merasakan perih pedihnya siksaan ALLOH yang maha dasyat ? itukah manifestasi dari tanggungjwab kita demi membahagiakan mereka padahal sesungguhnya justru kita menjerumuskan mereka pada jurang neraka dan kenistaan dunia ? mari kita coba berfikir seribu kali bahkan berkali-kali ketika hendak melakukan perbuatan yang kerugiannya akan di tanggung tidak saja oleh kita yang melakukan tapi oleh orang-orang yang kita kasihi. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam mencari nafkah untuk keluarga, berhati-hatilah ketika kita memberikan uang atau makanan untuk keluarga kita, jangan racuni kebersihan jiwa anak kita yang tak berdosa dan istri kita yang tercinta dengan harta yang syubhat apalagi haram, karena makanan yang syubhat dan haram mempunyai pengaruh yang besar pada pembentukan jiwa dan karakter seseorang menjadi baik atau tidak demikian pula pada fluktuasi keimanan dan kelestarian keislaman mereka. Pernahkah kita berfikir kenapa kita malas beramal baik ? atau kenapa jiwa kita selalu condong pada hal-hal yang bersifat negatif, mengapa demikian ? jawabannya mungkin salah satu penyebabnya adalah dari makanan yang kita makan atau pakaian yang kita pakai bersumber dari sesuatu yang diragukan kehalalannya atau bahkan justru jelas jauh dari devinisi halal.

Bagi para istri hendaknya juga harus ekstra berhati-hati dalam menerima pemberian dari suami, dengan tanpa menyinggung perasaan suami cobalah teliti dari mana dia bisa mendapatkan semua itu, jangan asal menerima saja, jangan asal bahagia dan bermewah-mewah dengan pemberiannya itu tanpa kita tahu sumbernya, bersikaplah arif dan hati-hati dalam menerima pemberian apapun yang akan kita gunakan untuk kelangsungan hidup kita dan anak-anak kita ! jika jelas-jelas bersumber dari sesuatu yang halal atau di ragukan kehalalannya katakan dengan tegas TIDAK !!! dan berusahalah membantu dia untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah tersebut, jangan malah justru menjadi pemicu bagi para suami untuk berlomba-lomba dalam memperkaya diri hasil dari sesuatu yang bukan haknya atau di ragukan kehalalannya. Percayalah dan yakinlah bahwa ALLOH sudah menjamin rizki hamba-hambanya mulai dari sang hamba belum tercipta, dengan jaminan rizki yang pasti halal tapi dengan catatan kita mau berusaha mencarinya dan kita terima bagian kita tersebut dengan perasaan rela, lihatlah surat Al-Q.S : Zukhruf ayat 32 “ Kami-lah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan di dunia”.

Seringkali yang memicu seorang suami untuk untuk mendapatkan harta adalah salah satunya di sebabkan atas dasar keinginan membahagiakan anak istrinya, justru ironisnya bukannya dia membahagiakan akan tetapi menyengsarakan keluarganya di akhirat kelak karena dia dapatkan hartanya dengan cara korupsi misalnya, mencuri atau menipu. Yang memicu mereka melakukan tindakan tersebut salah satunya juga adalah karena dia tidak mampu menerima (qonaah) dengan jatah yang sudah di tentukan oleh Tuhannya atau dia berfikir betapa susahnya mencari sesuatu yang halal untuk diri dan keluarganya, maka mereka kemudian melakukan perbuatan yang haram, padahal dengan tanpa mereka sadari secara tidak langsung dengan perbuatannya yang demikian itu seseungguhnya dia tidak lagi mempunyai keyakinan dan keimanan bahwa ALLOH bersifat Ar-Rozzaaq (Dzat yang banyak memberikan rizki) atau Ar-Rouuf (Dzat yang banyak memberi) jadi bagaimana bisa dia mendapatkan rizki yang halal sedangkan di dalam hatinya dia tidak mempunyai keyakinan tentang hal tsb sama sekali, jika keyakinan dan keimanan akan hal tersebut tidak terpatri bahkan tidak ada dalam jiwa seseorang jangan berharap dia di carikan petunjuk atau di tuntun oleh ALLOH untuk mendapatkannya, kenapa ? karena dia sudah tidak punya kepercayaan dan keyakinan akan hal tersebut ? jadi dalam hal apapun ketakwaan seseorang merupakan solusi dari berbagai masalah yang di hadapi manusia di dunia ini, takwa merupakan satu kunci dia bisa keluar dari kesulitan macam apapun “ barangsiapa bertakwa kepada ALLOH niscaya Dia akan membukakan jalan keluar (solusi) baginya” Q.S: At-Tholaq 2. “ Dan dia memberi rizki dari arah yang tidak di sangka-sangkanya ”( Q.S : At-Tholaq 3). Sekarang, masihkah kita meragukan jaminan-Nya bahwa setiap mahluk pasti akan Dia penuhi rizkinya ?.

Untuk meraih ketakwaan seseorang perlu ilmu agama karena ilmu agama akan bisa menuntun seseorang menuju jalan ketakwaan dan meraih keyakinan setelah dia mendapatkan keimanan, tentu setelah dia mengerti ilmu tersebut dia segera mengamalkan ilmunya karena ilmu tanpa pengamalan akan kosong dari keberhasilan dalam meraih ketakwaan dan keyakinan yang teguh yang di inginkan tersebut. Karena tak heran banyak orang pandai dalam ilmu agama tapi dalam realitasnya dia tidak perduli dengan hal-hal yang bersifat halal maupuan haram, kenapa ? karena keilmuan baginya hanya sebatas wacana semata tanpa ada pengamalan sebagai bentuk dari pemahamannya tersebut.

Kita harus selalu ingat bahwa makanan yang kita makan pada ahirnya menjadi sebuah kotoran, pakaian yang kita pakai pun pada ahirnya hanya akan menjadi sebuah sampah demikian juga segala tetek bengek yang bersifat duniawi lainnya, jadi kenapa kita harus menukar kemuliaan diri ini dengan keinginan-keinginan yang pada haikikatnya bersifat rusak, kenapa diri kita hanya memikirkan kepuasan jasmani dengan melupakan kesehatan prima pada ruh kita. Coba kita teliti secara cermat bahwa ternyata keinginan-keinginan yang kita miliki selama ini hanya untuk kesenangan yang bersifat jasmani semata, hanya untuk kepuasan badan saja, kenapa demikian ? karena raga kita, badan kita ini bersifat duniawi, sebab setelah raga ini berpisah dengan ruhnya otomatis keinginan-keinginan yang bersifat duniawi itu pada ahirnya akan tanggal pula dengan sendirinya, ketika tubuh ini sudah menjadi mayat atau biasa kita sebut dengan mati (kematian) secara otomatis mati pulalah keinginan-keinginan itu, seorang mayat tak butuh lagi jabatan, kekayaan, rumah yang mewah, mobil dengan seri terbaru, istri yang cantik atau kenikmatan-kenikmatan dunia yang lain, kenapa ?! karena tubuh itu hanya di pakai sebagai cassing atau penutup ruh yang bersifat duniawi dengan begitu kita harus memahami bahwa semua keinginan-keinginan tubuhpun bersifat duniawi pula sedangkan ruh kita masih akan tetap ada, ruh pada seseorang yang telah mati tetap hidup untuk menjalani kehidupan di alam berikutnya yakni alam barzah. Pada saat itu pulalah seorang manusia baru menyadari apa yang seharusnya dia dulu (alam dunia) harus lakukan dan dia cari untuk bekal ruh tersebut atau jiwa tersebut agar supaya tenang dalam menghadapi kendala alam apapun, baik alam barzah ataupun alam ahirat.

Apa yang dibutuhkan ruh atau jiwa agar supaya tenang, yang pertama adalah dengan meyakinkan ALLOH sebagai Tuhan yang harus di sembah dan sepatutnya di mintai pertolongan dalam segala hal kemudian memfokuskan seluruh amal-amal baik hanya di persembahkan atau di peruntukkan kepada Dia dan hanya karena Dia semata (LILLAHI TA’ALA). Kita ambil sebuah contoh, jiwa ini pasti akan tenang ketika tertimpa musibah atau kesulitan ketika jiwa ini menyadari bahwa yang menentukan semua itu adalah Dzat yang maha pengasih yang tidak mungkin bersifat dzolim dan ketentuan seburuk apapun bisa seketika berubah menjadi baik dengan meyakini bahwa ada Dzat yang maha kuasa dan berkuasa untuk merubah apapun yang Dia kehendaki dalam sekeja. Sungguh ! jiwa ini akan jauh dari kegelisahan ketika dengan sepenuhnya dia meyakini bahwa rahmat ALLOH lebih dari apapun dan bisa di berikan kepada siapapun tanpa memandang hanya pada amalan hamba semata, Dia berhak memberikannya pada seorang hamba yang berlumur dosa sekalipun apabila sang manusia mau meminta ampunan kepada-Nya.Jiwa ini akan damai ketika meyadari bahwa ALLOH maha bertanggungjawab atas apapun yang akan dan sudah Dia ciptakan dan Dia bisa melakukan apapun di luar dari kemampuan dan akal manusia.Pada ahirnya jika jiwa sepenuhnya meyakini hal tersebut maka tak ada ketakutan, tiada kegelisahan dan jauh dari kegersangan ketika mengahadapi apapun jua, kesulitan apapun juga baik ketika dia hidup di alam dunia, alam barzah atau alam akhirat “ Ingatlah para kekasih-kekasih (wali-wali) ALLOH itu tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati” (Q.S :Yunus 62). Sekarang pertanyaannnya bagaimana kita bisa mendapatkan jiwa yang demikian indah ? sekali lagi jawabannya adalah dengan ilmu yakni dengan mempelajari ajaran-ajaran agama yang di dalamnya menerangkan tentang ketauhidan, tata cara beribadah dengan sempurna, metode menejemen hati atau nafsu dan lain sebagainya.

Sepatutnya mulai dari sekarang kita harus lebih memfokuskan semua yang kita perbuatan demi masa depan cerah kita di ahirat kelak, apapun perbuatan yang kita lakukan sekarang seharusnya lebih di titik beratkan hasilnya demi meraih kejayaan untuk masa depan hakiki kita kelak, sehingga kebahagiaan yang kita raih dan kebaikan yang kita capai tidak hanya bersifat fana sebagaimana dunia tapi akan tetap menyertai kita di kehidupan manapun kita berada. Tinggalkan hal-hal yang bersifat sementara dan fokuskan semua usaha yang kita lakukan ini demi menghadapi kehidupan-kehidupan kita di alam berikutnya. “Dunia adalah ladang untuk kehidupan ahirat” jadi mari kita menanam sebanyak-banyaknya, memelihara dan mengembangbiakkan seluruh perbuatan-perbuatan baik, yang bersifat hablumminalloh ( yang berhubungan dengan ALLOH) atau hablumminnaas (yang bersifat sosial) demi meraih panen yang sukses di ahirat kelak, karena masa depan yang hakiki yang sesungguhnya adalah ahirat, bukan masa tua atau masa pensiun kita.Mulailah dari sekarang kita rubah paradigma tersebut sehingga di ahirat kelak kita tidak termasuk orang-orang yang merugi dan pailit, nau’udzubillah mindzaalik.

Semoga ALLOH selalu menolong kita agar supaya kita mempunyai jiwa yang tenang sehingga jiwa kita siap menghadapi kehidupan apapun baik di dunia, di alam barzah maupun di alam ahirat, amin, Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad.

One thought on “MASADEPAN SALIK FII AL-THORIQ

  1. tuhan siapa dia yang engkau ciptakan

    kenapa rasa ini tak bisa untukku tahan

    menangis sendiri kalau menghancurkan kebahagiaan

    tolong,aku tuhan tolong berikan aku jalan

    tuhan siapa wanita itu

    dia bukan nabi waktu dulu

    dia juga bukan malaikatmu

    tapi dia bisa hadir dalam menusuk ragu

    dia tidak lebih dari engkau tuhan

    tapi dia juga bisa memberikan bahagiaan

    dia tidak lebih dari malaikat

    tapi dia selalu membuat hati kuterpikat

    dia tidak lebih dari rasul

    tapi dibayangku hanya dia yang menyusul

    kutak syirik padamu

    kutak melupakan mu

    tapi dia juga susah untuk ku lupa selalu

    tolong aku tuhan tolong untuk aku bisa ku kutuju

    siapa ciptaan berwajah manja

    dia yang selalu membuat ku terjaga

    meskipun dia tak lebih dari tuhan yang maha kuasa

    dia bisa mewakili ku merasa bahagia

    tuhan maaf kan aku

    tapi aku tetap sayang penciptaku

    tolong aku tuhan ,tolong aku

    tolong aku,dia terus kurindu

    tuhan ini bukti ku mensyukuri ciptaan mu

    tolong aku supaya lebih bisa membuktikan sayangku

    tuhan,hanya padamu kuserahkan

    tuhan mudah-mudahan kudiberi jalan

    meskipun ini hanya berlahan

    aku kagum atas KEADA’ANMU

    bukan kagum akan ciptaanMU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s